Anakku Cerdas


Bermain adalah hal penting bagi seorang anak. Permainan dapat memberi kesempatan untuk melatih keterampilannya secara berulang-ulang dan dapat mengembangkan ide-ide sesuai dengan cara dan kemampuannya sendiri.

Perlu diketahui, kesempatan bermain sangat berguna dalam memahami tahap perkembangan anak yang begitu banyak dan kompleks. Melalui pengetahuan tentang tahap perkembangan tersebut, Anda dapat membantu, memotivasi, serta memberinya semangat saat melakukan kegiatan belajar sambil bermain itu. Dalam bermain dan belajar, anak memerlukan banyak waktu, mainan dan tempat yang memadai sehingga ia leluasa dan hasratnya terpenuhi.

Melalui bermain, bayi dan anak kecil menggunakan indra dan perasaannya (senses). Misalnya, ia mengamati sesuatu yang bergerak di depannya (indera penglihatan), mendengarkan suara di sekitarnya (indera pendengaran), meraba dan merasakan sesuatu (indera perasa), mengisap (sucking), mencoba/mencicip, mengunyah sesuatu, menggoyang atau memukul (membanting) benda-benda sehingga berbunyi, mendorong atau menyeret (dragging) mainan, serta menggerak-gerakkan (mobile) sesuatu. Artinya, bermain dapat memaksimalkan kelima pancaindera anak.

Biasanya, bayi/anak yang masih tertatih-tatih senang bermain sendiri atau bermain dengan orang lain atau anggota keluarga yang lebih dewasa. Anak usia prasekolah senang bermain menggunakan imajinasinya untuk memerankan hal tertentu (pretend play) dan dapat saja ia tidak tergantung kepada orang dewasa. Ringkasnya, anak-anak belajar dengan melibatkan semua pancainderanya secara langsung pada kegiatan nyata atau sumber belajar yang real. Dengan demikian, rangsanglah pancaindera anak secara optimal sehingga akan berkembang dengan menakjubkan sesuai harapan.

Bahan dan alat bermain yang bisa digunakan dapat dari berbagai sumber. Bayi muda (young baby) senang memandang muka orang, mengepalkan jari, merasakan kulit atau rambut, mendengar dan menyuarakan suara, benda yang diayun-ayunkan. Bayi yang lebih tua (older baby) senang bermain dengan benda-benda berupa perabotan rumah yang dapat dipegang, seperti paku-pakuan dari plastik (pegs), penggulung kapas, piring kertas, kertas kado, sendok plastik dan kotak-kotak dari plastik.

Bermain di luar rumah, seperti bermain pasir dan air, matahari dan bayangan, atau naik pohon dan masuk semak-semak, semuanya dapat merangsang imajinasi anak. Kartu-kartu dari karton besar yang dapat dibentuk kubus, kereta-keretaan, kotak makanan, serta brosur-brosur  iklan sangat baik untuk permainan rumah-rumahan atau toko-tokoan. Dengan menggunakan pakaian bekas, anak dapat mencoba cara berpakaian. Panci-panci dan penggorengan bekas serta sendoknya dapat digunakan untuk bermain pasir. Halaman yang cukup luas akan baik sekali sebagai tempat berlari anak atau tempat bermain perosotan atau lompat-lompatan.

So, ikutlah bermain dengan anak…


Pentingnya pendidikan pada tahun-tahun awal kehidupan seseorang sudah diakui sejak zaman Plato. Sejak seorang bayi lahir, sel-sel otaknya berkembang secara luar biasa, membuat sambungan-sambungan antarsel. Proses inilah yang mungkin membentuk pengalaman yang akan dibawa seumur hidupnya. Saat ini, para pendidik, psikolog dan para ahli telah menemukan banyak bukti yang mendukung pernyataan di atas, baik berkaitan dengan alasan-alasannya maupun cara menstimulasi atau pembelajarannya. Yang menarik, makin hari pergeserannya semakin lengkap dan komprehensif. Hal ini merefleksikan pemahaman tentang pertumbuhan dan belajar anak yang semakin baik.

Berbagai penelitian menunjukkan, lebih dari 50% perkembangan individu (terutama pertumbuhan otaknya) terjadi pada usia dini.

Usia dini merupakan periode subur bagi pertumbuhan otak. Segala stimulasi akan merangsang otaknya. Bahkan, setelah mengikuti perkembangan anak-anak, Dr. Manrique melihat nilai kecerdasan anak yang menerima stimulasi  hingga usia enam tahun terus meningkat, sehingga semakin lebar kesenjangan kecerdasannya dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Para peneliti di Baylor of Medicine menemukan, perkembangan otak anak yang jarang diajak bermain atau jarang disentuh lebih kecil 20%-30% dari ukuran normal usia itu. Oleh karena itu, otak anak perlu mendapatkan rangsangan dari lingkungannya.

Segala stimulasi membuat pencabangan otak anak menjadi lebih banyak dan daerah kortikal otak lebih tebal. Akibatnya anak menjadi lebih terampil, perkembangan bahasanya cepat, dan koordinasi inderanya lebih baik. Sebaliknya, otak yang jarang atau tidak pernah digunakan karena tidak mendapatkan stimulasi akan menyebabkan musnahnya sambungan dan pencabangan itu.

Demikian penting dan fundamentalnya usia dini pada seorang individu sehingga ada yang mengistilahkan usia ini sebagai “usia emas” (the golden age).


Semua orangtua pasti ingin memiliki anak yang cerdas. Untuk itu, dibutuhkan banyak stimulasi untuk buah hati sejak ia membuka mata. Tidak mudah memang menjadi orangtua ideal. Karenanya, melalui situs ini, Kami mencoba sharing pendapat, pemikiran, informasi, artikel dari berbagai sumber yang pernah Kami telaah. Semoga bisa menjadi masukan yang baik bagi semua.

Happy reading!

Bunda Faiz

Shinta Ratna Dewi
Kuis online Kepik Emas

Kumpulan Tag

Kunjungan

  • 701 klik

Tweet

%d blogger menyukai ini: